Ingin kuukir namamu menggunakan pena di kertas putih polos, namun ku tak mampu.
Gambaran senyummu pun hanya ada di dalam ingatanku.
Ah, tak mampu aku melukiskannya.
Hanya senyuman bertemu dengan senyuman.
Sedikit sapa saat mata saling menatap, namun tiada kata.
Sekali saja, ingin aku katakan "aku suka".
Mengapa begitu sulit?
Lidah ini kelu, bibir ini kaku. Padahal diri ini pandai berorasi, pandai merangkai kata.
Berhadapan denganmu rasanya seperti patung.
Entah kapan tersampaikan suara hati ini, jika begini bolehkah aku sakit melihatmu bersamanya?
Inikah cinta dalam diam?
Oktober, 21 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar