Rasa ini tak sedikitpun memudar,
Tak lagi mampu kulihat dirimu, tak lagi aku menjadi sang pencuri,
Tapi Rasa yang Tuhan titipkan kian tumbuh subur bak tanaman rajin dipupuk dan disiram.
Cinta
Kini aku memanggil rasa ini,
Kukira hanya hadir bak hujan menyirami tanah tandus yang kan berhenti pada waktunya.
Nyatanya tidak, cinta ini layaknya mentari yang tak pernah lelah menyinari.
Tak tahu aku apa yang kau lakukan disana,
Tak melihat aku dengan siapa kau disana,
Masihkah dengannya?
Sahabatku?
Atau dirimu masih diam memendam rasa?
Maaf, karena aku tak sanggup menyampaikan jika cintamu tak akan bertepuk sebelah tangan, dia, sahabat tetbaikku itu juga memendam rasa untukmu.
Kini, jalanku meraih cita yang membuat jarak diantara kita.
Tak apa,
Meski tak lagi dapat kulihat wajahmu dari dekat, bayangmu selalu hadir temani tidurku.
Dan jarak ini yang menimbulkan rindu kemudian
Cisoka, oct 26
Tidak ada komentar:
Posting Komentar